Me, Myself & Irene

work hard, travel even harder

Menu Close

Category: Event

Smartphone Food Photography Workshop

Suka foto?

Suka makan?

Suka foto makanan sebelum dimakan?

Saya suka tiga-tiganya, makanya saya ikutan Smartphone Food Photography Workshop yang diadakan oleh Oktagon bekerja sama dengan The Foodie Magazine dan Shangri-La Hotel Jakarta pada tanggal 29 Agustus 2015. Pembicaranya adalah Himawan Sutanto, seorang fotografer dan pemilik dari sutanto.photography dan thefoodtography.com.

Ada 5 tips & trik dalam memotret makanan yang dibagikan oleh mas Himawan :

1. It’s all about the light!

– Memotret makanan bisa dilakukan dengan side light, 45° atau backlight.

– Cahayanya natural & soft.

– Try to balance the light with the reflective light.

– Furthermore, take photos under natural light. Do not use your built-in flash. Ever!

2. Understanding ANGLE

– Who’s the hero? Of course, FOOD.

– 3 macam angle : eye level, top angle (documentary), dan top angle for group.

3. Shoot the food fresh!

4. Power of props and surrounding

– Styling di makanan -> ada yang suka sepi, ada yang suka rame, ada yang menampilkan bagian tubuh orang misal tangan.

– Rule of 3 untuk komposisi.

5. Color of mood.

6. Editing.

– Contoh aplikasi edit foto : Vsco, Snapseed, dan Lumia Creative Studio.

Setelah satu jam mendapat ilmu tentang food photography, ada coffee break sebelum memulai praktek untuk memotret makanan dengan Nokie Lumia 930 pinjaman. Hehehe..

Foto para peserta bersama narasumber (diambil dari Twitter Oktagon)

50 peserta workshop dibagi menjadi 5 kelompok dan setiap kelompok diberi pinjaman 3 buah Nokia Lumia. Masing-masing orang diberi waktu selama 4,5 menit untuk menata dan mengambil foto kemudian mengedit dan memposting ke akun Instagram Lumia Fotografi.

Hasil jepretan saya

Mudah-mudahan saya menang yah 😀

Happy Eid Mubarak 1436 H

Eventhough my family and I don’t celebrate Eid Mubarak, we’d like to take part enjoying a few of its signature dish. Here they are :

It is supposed to be eaten with “ketupat” which is sticky rice in a diamond shape leaves but it was failed in process, so we ate it with rice.

Never get too full for dessert 🙂


**All of them are homemade, except corn fritters and fried tofu + tempeh in herbs**

Indahnya Jakarta ketika bebas macet

This slideshow requires JavaScript.

**Foto diambil pada tanggal 16 Juli 2015, H-1 Lebaran**

ULANG TAHUN KOMPAS KE-50

Minggu lalu salah satu teman saya meneruskan informasi ke grup yang berisi tentang promo nonton seharga Rp 50,- di tujuh bioskop tertentu pada tanggal 28 Juni 2015, dalam rangka Ulang Tahun Kompas ke-50. Pada saat itu saya tidak tertarik karena sudah terbayangkan betapa ramainya orang yang akan ikut berpartisipasi, lagipula saya sudah ada janji dengan teman saya.

H-1 saya melihat e-flyer INSPIRA(K)SI di Twitter @HarianKompas. Selain INSPI SINEMA (promo nonton Rp 50,-) ada beberapa promo menarik lainnya yaitu INSPI KENDARA (Naik Transjakarta hanya Rp 50,-), INSPI BACA (Beli buku di Gramedia dapat potongan harga Rp 50.000,-), INSPI RASA (Dapatkan diskon 50% untuk ragam produk kreatif dan aneka kuliner pilihan), INSPI REHAT (Diskon 50% menginap di seluruh Hotel Santika, Santika Premier dan The Royal Collection), dan INSPI VISION (Dapatkan diskon 50% berlangganan K-Vision Dekoder CARTENZ).

Saya membaca informasi tentang promo INSPI SINEMA, di mana syarat dan ketentuan yang berlaku adalah :

  1. Menunjukkan kupon INSPI SINEMA di kasir Cinema XXI.
  2. Satu kupon INSPI Sinema berlaku untuk 1 tiket & 1 snack, seharga Rp 50; untuk setiap pemegang kartu FLAZZ.
  3. 1 kartu FLAZZ berlaku untuk 4 seat dengan membawa 4 buah kupon di Koran.
  4. Kupon INSPI Sinema hanya berlaku untuk film Terminator atau Minions.
  5. Kupon INSPI Sinema berlaku hanya di Studio XXI Mall Taman Anggrek, XXI Sumarecon Mall Serpong, XXI Botani Square Bogor, XXI Mall Kelapa Gading, XXI Pondok Indah Mall 2, XXI Grand Metropolitan Mall Bekasi pada jam pertunjukan ke-3 dan Studio XXI Plaza Senayan pada jam pertunjukan ke-2.
  6. Penukaran kupon pukul 12.00 WIB, sebelum pertunjukan dimulai (sesuai dengan ketersediaan seat di masing-masing bioskop).

Saya yang menjadi tertarik untuk ikutan, kemudian mengajak mama dan kakak saya. Plaza Senayan menjadi tujuan kami karena ada lima waktu pertunjukan untuk dua film yang disediakan dan lokasinya yang tidak terlalu jauh dari rumah. Rencananya kami akan berangkat jam 09.30 dari rumah sehingga tiba jam 10.00 di sana.


Aduh, saya telat bangun.. Jam 10.30 kami baru berangkat dan tiba jam 10.50 di Plaza Senayan. Begitu naik ke XXI, astagaaa ramai sekali!! Antriannya sudah sampai depan eskalator dan pintu XXI baru dibuka. Satpam yang berjaga di sana mengatakan ada yang sudah datang dari jam 09.00. WOW!

Penukaran kupon masih satu jam lagi, jadi saya mengecek saldo FLAZZ di booth yang disediakan. Untuk yang belum memiliki Koran Kompas edisi hari itu, disediakan booth untuk membelinya.

Saya sebetulnya tidak keberatan mengeluarkan uang sebesar Rp 75.000,- untuk menonton di sana. Tapi sensasi yang saya rasakan ketika mengikuti promo seperti ini berbeda, di mana adrenalin saya terpacu dan ada kepuasan tersendiri begitu berhasil mendapatkannya. Jadi bukan masalah pelit, tapi memanfaatkan kesempatan yang ada. Kalau bisa (hampir) gratis, kenapa harus bayar? 😀

Tepat jam 12.00 loket dibuka dan penukaran kupon dimulai. Setiap orang harus menunjukkan potongan kupon INSPI SINEMA dan kartu FLAZZ kepada petugas yang berada di samping antrian, kemudian petugas akan memberikan voucher berwarna kuning (film Minions) atau hitam (film Terminator).

Potongan kupon dan voucher ini akan ditukarkan dengan tiket nonton, yang harus dibayar dengan menggunakan kartu FLAZZ. Setelah mengantri sekitar 2,5 jam, saya berhasil mendapatkan tiket nonton film Minions jam 15.50. Puas rasanya!

Tiket yang tersedia tinggal 218, tapi antrian masih panjang..

Fakta penting

  • Waktu yang diperlukan untuk mendapatkan tiket nonton ini lebih lama dibanding durasi film yang ditonton –> 2,5 jam : 1,5 jam.

  • Hanya perlu membayar sekitar 0,05% dari harga normal [harga koran Kompas Rp 4.500 + pembayaran tiket nonton dengan kartu FLAZZ Rp 50, harga tiket nonton Rp 75.000 + (asumsi) snack Rp 25.000]

Terima kasih kepada Harian Kompas yang berulangtahun ke-50, semoga semakin berjaya dan selalu menjadi Inspirasi Lintas Generasi 🙂

Berkunjung ke Jakarta Fair 2015

Jakarta ulang tahun yang keberapa yah?“, tanya kakak saya setelah kami pulang dari Pekan Raya Jakarta atau Jakarta Fair, Minggu kemarin. Saya lagi malas menghitung, jadi memberi jawaban yang tidak membantu “Ya kamu hitung saja, 2015 – 1527” 😀

Terakhir kali saya pergi ke Jakarta Fair pada tahun 2007 bersama teman-teman kuliah. Pemerintah menyediakan shuttle bus dari Monas menuju JIEXPO Kemayoran. Lokasi PRJ memang tidak dilalui oleh angkutan umum sejenis bus atau angkot, yang ada hanya taksi dan itupun sopirnya minta borongan alias tidak pakai argo. “Waduh, bisa pergi tapi tidak bisa pulang“, pikir saya. Itulah alasan mengapa tahun-tahun berikutnya saya absen mengunjungi Jakarta Fair, yang kemudian menjadi alasan yang sama ketika ibu beserta kedua kakak saya mengajak ke sana. Mereka berhasil meyakinkan saya bahwa kami tidak akan mengalami kesulitan mencari taksi ketika pulang dan sudah membuktikannya tahun lalu. Okelah kalau begitu, kami berangkat pukul 2 siang dan tiba 45 menit kemudian.


Informasi penting seputar Jakarta Fair 2015

Waktu penyelenggaraan : 29 Mei – 5 Juli 2015.

Waktu operasi : Senin – Jumat pukul 15.30 – 22.00 dan Sabtu – Minggu pukul 10.00 – 23.00.

Harga tiket masuk : Rp 20.000 (Senin), Rp 25.000 (Selasa – Kamis), Rp 30.000 (Jumat – Minggu & hari libur).


Tiket masuk dapat dibeli di loket yang tersedia di setiap pintu atau zona. Kita akan mendapat sebuah kartu dan selembar kupon berisi potongan harga dari beberapa produk yang ada. Kartu ini nantinya akan dimasukkan ke dalam mesin seperti kita akan naik Commuter Line.

Gedung yang pertama kami masuki adalah JIEXPO, di mana Department Store Matahari dan Mitra Adi Perkasa (MAP) berada. Tujuan saya adalah menyaksikan Festival of Light atau festival lampion, seperti yang saya lihat di koran. Berdasarkan informasi yang diberikan oleh petugas, festival itu terletak di dekat danau. Karena posisinya yang berlawanan arah dengan gedung di mana saya sedang berada, maka saya harus berjalan melewati area open space booth. Berikut adalah laporan pandangan mata yang berhasil saya tangkap..

This slideshow requires JavaScript.

Akhirnya sampai juga di depan danau, di mana Festival of Light berada. Area festival lampion ditutupi dengan pagar, pertanda kami harus membayar lagi sebesar Rp 20.000/orang untuk dewasa. Saya batalkan saja karena tampaknya tidak sebagus festival lampion yang pernah saya datangi sebelumnya di Gelora Bung Karno Senayan dan Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Saya lebih tertarik mencoba mengendarai mobil Volkswagen (VW) neon yang lucu ini! Untuk dapat mengendarainya, kami membayar Rp 30.000 untuk dua putaran dengan penumpang maksimal empat orang. Saya diberi tugas untuk memegang kemudi, sementara kami semua mengayuh pedalnya. Loh, jadi ini sepeda dalam bentuk mobil atau mobil dalam bentuk sepeda yah?

Beruntung kami membatalkan niat untuk masuk ke dalam festival lampion, karena ternyata area putaran ‘mobil’ mengelilingi lokasinya jadi kami bisa melihat ke dalam. Kami putuskan untuk mengambil foto pada putaran pertama kemudian menikmati perjalanan pada putaran kedua.

Saya sadari bahwa menyetir itu tidak mudah dan memerlukan konsentrasi. Hal ini penting untuk diketahui karena saya berencana mengambil kursus mengemudi. Konsentrasi penuh memegang kemudi agar ‘mobil’ tetap berada di jalurnya, telah membuat saya berkeringat dan merasa lapar. Kunjungan ke PRJ terasa kurang lengkap jika tidak menikmati makanan khas Jakarta alias kerak telor. Kami memilih tukang kerak telor terdekat dan segera memesan kerak telor bebek. Kerak telor bebek dijual seharga Rp 25.000/porsi, sedangkan kerak telor ayam Rp 20.000/porsi. Ratusan penjual kerak telor yang berjualan di PRJ berasal dari wilayah Duren Tiga, Jakarta Selatan. Jika tidak ada acara Jakarta Fair, sepasang suami istri ini berjualan kerak telor di Situ Babakan dan Ragunan.

Selesai makan, kami menuju booth Dilmah untuk menukarkan e-voucher dengan segelas Ice Tea gratis. Caranya bisa dilihat di bagian Tips 😀

Kami melanjutkan perjalanan dengan memasuki beberapa hall berisi produk non makanan/minuman. Tujuan utamanya sih buat menghilangkan kepanasan yang dirasakan, sambil cuci mata. Hihihi..

Jam 9 malam kami memutuskan untuk pulang karena kaki terasa pegal. Ya iyalah.. Datang dari jam 3 sore, berarti sudah enam jam kami berjalan. Maklum, semua anggota keluarga saya ini tukang jalan. Jadi “kalau bulu kakinya belum rontok, belum mau pulang”, demikian kata sindiran mama saya. Haha, jangan dicontoh yah..


Oleh-oleh

 


Tips

  • Ambil peta di bagian Informasi agar mendapat gambaran apa yang bisa dilihat di dalam area Jakarta Fair.
  • Download aplikasi Jakarta Fair Kemayoran di smartphone. Ada banyak e-voucher yang diberikan, termasuk free Ice Tea di booth Dilmah.
  • Alternatif transportasi menuju PRJ Kemayoran adalah free shuttle bus dari dan ke IRTI Monas, Halte Transjakarta Landas Pacu Timur / Rusunawa Kemayoran, Mangga Dua Square dan Stasiun Kemayoran.
  • Informasi selengkapnya dapat dilihat di website Jakarta Fair

© 2017 Me, Myself & Irene. All rights reserved.

Theme by Anders Norén.