Sore ini saya pergi ke Plaza Senayan bersama kakak saya dengan menggunakan taksi. Lalu lintas dalam kondisi ramai lancar mulai dari Monas sampai Bundaran HI. Selepas itu, jalanan agak kosong dan terdengar suara sirene. Sopir taksi mengatakan “Biasa sih ada yang mau lewat, entah Jokowi atau JK”. Begitu sampai di Tosari, saya menengok ke belakang dan betul saja. Terlihat ada dua buah sepeda motor dan sebuah mobil sebagai vooridjer, diikuti mobil Mercedes Benz berwarna hitam dengan plat “RI 1”. Saya langsung histeris “Wah, Jokowi yang lewat!!”. Sopir taksi memperlambat laju kendaraannya dan mempersilahkan iringan mobil untuk lewat. Di bangku penumpang sebelah kiri belakang, tampak seorang pria berpakaian batik sedang menatap ke jendela. Ya, itu adalah Pak Joko Widodo, yang mungkin habis menghadiri acara di Istana Negara. Saya sering melihat beliau di berita televisi, namun belum pernah melihat secara langsung. Tidak seperti mobil Presiden sebelumnya, Pak Jokowi tidak mau kendaraan dinasnya dilapisi kaca film yang terlalu tebal atau gelap. Pengawalan pun tidak sebanyak dan seketat Presiden terdahulu yang masa jabatannya paling lama. Saya beranggapan bahwa beliau merasa dirinya adalah milik rakyat sehingga membiarkan mereka melihatnya.

Memasuki area Dukuh Atas, taksi kami dipepet oleh sebuah motor vooridjer yang pengendaranya tampak marah lalu memelototi sopir taksi. Rupanya iring-iringan masih berlanjut dan berikutnya adalah mobil dengan plat “RI 2” sebagai tanda Bapak Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla sedang lewat. Sopir taksi pun bercerita “Kalau waktu zaman (Alm) Soeharto, saya sudah digebuk sama pengawalnya, karena tidak mau menepi. Bisa saja tadi saya digebuk juga, tapi Jokowi tidak mau pengawalnya terlalu galak”. Hal ini membuat saya semakin mengagumi pria yang kemarin bertambah usia menjadi 54 tahun.

Senang rasanya bisa melihat Presiden RI ke-7 yang low profile, di tengah kemacetan sore hari menjelang waktu berbuka puasa, pada hari ulang tahun kota Jakarta 🙂

 

*Note : Apa yang saya tuliskan ini adalah murni pendapat pribadi saya dan mungkin akan berbeda dengan orang lain*


Vooridjer : pengawalan