Foto di atas diambil pada hari ke-100 saya berada di Australia.

Selama satu tahun saya tinggal di Australia, 1 bulan di Adelaide dan 11 bulan di Melbourne. Saya kerja sebagai au pair atau lebih dikenal dengan babysitter. Host family saya adalah keluarga Australia dengan 3 orang anak usia 5 tahun, 3 tahun dan 14 bulan.

“Kamu pake visa kerja?” Bukan.

“Visa turis kan gak boleh dipake kerja?” Betul.

“Jadi pake visa apa donk?” Jawabannya adalah Work and Holiday Visa.

“Apa tuh?”

Work and Holiday Visa (WHV) adalah kerjasama antara pemerintah Indonesia & Australia, sebagai salah satu program pertukaran budaya. Program ini memperbolehkan sejumlah orang (usia 18-30 tahun) yang memenuhi persyaratan tertentu untuk berlibur dan bekerja dalam jangka pendek. Khusus untuk Indonesia, diatur dalam subclass 462 di mana WHV hanya berlaku satu tahun saja dan tidak dapat diperpanjang. Pada tahun 2009 awal WHV berlaku, kuota yang disepakati adalah 100 orang setiap tahun. Namun sejak bulan Juli 2012, kuota menjadi 1.000 orang per tahun.

Persyaratan WHV bisa dilihat di website Imigrasi dan website Kedutaan Australia

*Notes : TOEFL Paper Based Test, TOEFL Computer Based Test dan TOEIC sudah tidak diterima sejak Juli/Agustus 2015 karena tidak menguji kemampuan berbicara atau speaking*


Berikut pengalaman saya mengurus WHV.

13 April 2013

Tes TOEFL ITP di Perbanas Institute Jakarta dengan biaya Rp 300.000,-. Hasil tes keluar 10 hari kemudian dan saya mendapat skor 507.

17 Mei 2013

Registrasi online untuk mendapat Surat Rekomendasi Pemerintah Republik Indonesia di website Imigrasi dengan menyertakan skor TOEFL ITP dan bukti kepemilikan dana sebesar AUD $5,000 atau setara. Jika sudah berhasil, kita akan menerima e-mail bahwa registrasi berhasil.

27 Mei 2013

Wawancara di Gedung Ditjen Imigrasi Lt. 4, Jl. HR Rasuna Said Kav 8-9, Jakarta 12940 mulai pukul 09.00 WIB. Petugas akan memeriksa berkas dan mengajukan pertanyaan terkait keinginan kita untuk ikutan program WHV. “Tahu program WHV dari mana?”, “Punya saudara/teman di Australia?”, “Apa yang akan dilakukan untuk memperkenalkan Indonesia di Australia?”, dst.

31 Mei 2013

Surat Rekomendasi dikirimkan melalui e-mail. Masa berlaku surat adalah 1 (satu) bulan sejak diterbitkan. Tidak dipungut biaya untuk mendapatkan surat ini.

14 Juni 2013

Lodge dokumen ke AVAC (Australia Visa Application Centre). Dokumen yang diserahkan ke AVAC sama dengan dokumen yang diperlukan untuk Surat Rekomendasi ditambah Surat Rekomendasi itu sendiri. Biaya visa mengalami kenaikan setiap bulan Juli, yang dapat dilihat di sini ditambah biaya jasa AVAC.

15 Juli 2013

Medical check up (MCU) di Rumah Sakit Mitra Kemayoran. Kita hanya dapat melakukan MCU di Rumah Sakit yang ditunjuk oleh Kedutaan Australia, di mana daftarnya dikirim melalui e-mail bersama dengan HAP ID. Print out HAP ID, formulir pemeriksaan kesehatan (download di website Kedutaan Australia) dan paspor harus dibawa pada saat MCU. Setelah selesai MCU, mengirimkan bukti MCU melalu e-mail ke Kedutaan Australia.

23 Juli 2013

WHV saya di-granted! 🙂

Proses WHV ini relatif, ada yang cepat & ada yang lambat. Pastikan dokumen lengkap pada saat diserahkan. Good luck!


Cerita lain seputar WHV :

Au Pair in Melbourne

Pelajaran dari WHV

Every Ending Has A New Beginning